08-19-2022

Lirik Potensi di Lebak, Kalbe Kenalkan Ekosistem Jahe Merah Yang Dapat Sejahterakan Petani

Dilansir dari RadarBanten.co.id, Potensi sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Lebak dilirik PT Kalbe Farma TBK (Kalbe).

Kepala Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho mengatakan, Lebak sendiri memiliki potensi SDA yang sangat mendukung pertanian jahe merah.

Untuk itu, pihaknya melalui program Negeri Jahe Merah yang dirancang oleh Business Unit Bintang Toedjoe Inovasi Natural (BINA), saat ini sedang mengembangkan potensi itu dengan cara mengenalkan ekosistem jahe merah ke petani di Lebak.

Ekosistem yang dimaksud memiliki tujuh pilar proses, yakni pembibitan jahe merah, penanaman jahe merah, pascapanen, ekstraksi atau distilasi, farmakologi, komersialisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Ekosistem jahe merah yang dibangun oleh anak usaha Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia. Khususnya, yang berbasis herbal,” kata Hari saat ditemui di ladang jahe merah, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Selasa 16 Juli 2022.

Hari mengatakan, dalam pengembangan ini, pihaknya melalui BINA yang merupakan divisi B2B dari Bintang Toedjoe yang fokus pada bahan baku natural, fokus dan mendukung akan keberlangsungan dan ketersediaan jahe merah terbaik.

“Kalbe selalu mempertimbangkan keberlanjutan dalam menjalankan operasional perusahaan, terutama dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan yang terkait. Hal ini demi mencapai tujuan inisiatif keberlanjutan Kalbe, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa,” ujarnya.

Head of Commmercialization BINA PT Bintang Toedjoe, Lidya Warjaya mengatakan, pihaknya konsen akan kemajuan produksi pertanian jahe merah, dengan target capaian Indonesia bisa menjadi negara dengan produksi merah terbesar di dunia.

Untuk itu melalui program BINA, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para petani, dan memberikan jaminan kesejahteraan, seperti beasiswa untuk anak-anak petani, juga memberikan harga yang layak untuk setiap jahe hasil panen para petani.

“Kita ingin menjadikan jahe merah ini menjadi suatu icon yang dapat dibanggakan oleh Indonesia, makanya melalui program BINA ini kita akan terus melakukan pemberdayaan kepada para petani juga menjamin pasar mereka,” ujarnya.

Program yang bekerja sama dengan Yayasan Dana Bakti Astra ini berlokasi di Desa Hariang, Sobang, Lebak, Banten. Pertimbangan memilih lokasi lahan jahe merah tersebut, salah satunya karena petani di Lebak berpotensi untuk dibina menghasilkan jahe merah terbaik.

“Di Lebak ini, kami pilih karena petaninya memiliki potensi dan kami ingin memajukan wilayah Baduy. Lokasinya juga cocok. Setelah diuji, kualitasnya juga memenuhi standar,” ungkap Head of Sourcing & Comdev BINA PT Bintang Toedjoe, Daru Wibowo.

Saat ini, varian Redgine terdiri dari berbagai produk. Di antaranya, jahe merah ekstrak bubuk premium, jahe merah ekstrak bubuk terstandar, jahe merah bubuk, jahe merah bubuk instant dengan gula aren, jahe merah segar, jahe merah simplisia, minyak jahe merah, jahe merah ekstrak cair terstandar.

Selain itu, juga digunakan untuk produk Bintang Toedjoe, yaitu BEJO Jahe Merah, Bejo Sujamer, Komix Herbal, Komix Herbal Jahe, Komix Herbal Jeruk Nipis, Komix Herbal Kids, hingga Komix Herbal Pepermint.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat Yuniar mengaku sangat mendukung program BINA dari Kalbe ini. Menurutnya, program yang memberikan pemahaman tentang ekosistem jahe merah ini, mampu membina petani untuk menghasilkan jahe merah terbaik dengan kuantitas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya sangat berterima kasih dengan program ini. Karena bukan hanya kualitas dan kuantitas jahe merah yang meningkat. Tetapi juga SDM-nya bisa meningkat, mulai dari sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan. Bahkan, bisa menarik minat orang muda untuk menjadi petani milenial,” kata Rahmat Yuniar.

Rahmat mengungkapkan, saat ini terdapat 6 kecamatan di Kabupaten Lebak yang menjadi daerah produksi jahe merah yakni Kecamatan Muncang, Sobang, Curugbitung, Cirinten, Leuwidamar, dan Maja.

Selain itu, lanjut dia, 28 jecamatan di Kabupaten Lebak memiliki potensi pengembangan pertanian jahe merah.

“Alhamdulillah pertanian jahe merah di Kabupaten Lebak setiap tahunnya terus meningkat, dan memang saat ini kita merupakan daerah dengan produksi jahe merah terbesar di Banten. Kami berharap agar pihak Kalbe dapat terus mendukung petani jahe merah di Lebak,” pungkasnya.